Penulis : Drs. Syafaruddin Tanjung M.Pd.I
KotaSantri.com : Suami atau istri adalah salah satu kesatuan yang tak terpisahkan dari terwujudnya keluarga. Keluarga yang dimaksud dalam tulisan ini adalah hubungan yang terjalin karena adanya pernikahan antara suami dan istri.
Agama telah membekali masing-masing pihak untuk mengetahui apakah kedua belah pihak berada dalam garis tuntunan untuk menciptakan kehidupan yang sakinah, mawaddah, wa rahmah di rumah tangga. Keluarga sakinah adalah keluarga yang dibina berdasarkan petunjuk agama sehingga menjadi tentram dan damai. Hal ini merupakan impian dan dambaan dari semua orang yang berkeluarga.
Islam telah menentukan bangunan bagi rumah tangga yang ideal dengan dasar-dasar yang istimewa dan permanen yang apabila orang yang mengamalkannya akan merasakan kedamaian dan ketentraman.
Rumah tangga adalah laksana bangunan yang memerlukan konsep penataan yang jelas agar dapat menghadapi guncangan dan terpaan dari arah mana pun datangnya. Penetapan kriteria tentang keluarga sakinah adalah suau kajian yang luas dan terkaitan antara satu sama lainnya.
Anjuran untuk memperkokoh kehidupan rumah tangga dijelaskan Allah melalui firman-Nya, "Maka apakah orang-orang yang mendirikan bangunannya atas dasar taqwa kepada Allah SWT, dan keridhaanNya itu yang baik, ataukah orang-orang yang mendirikan bangunan di tepi jurang yang runtuh lalu bangunannya itu jatuh bersama-sama dengan dia ke dalam Neraka Jahanam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (QS. At-Taubah : 109).
Untuk membangun dan membina suatu keluarga, hendaklah diawali dengan proses pengenalan diri dari masing-masing pihak. Pengenalan diri yang sesungguhnya adalah awal dari pengenalan karakter bagi kehidupan suami-istri di rumah tangga. Banyak rumah tangga yang berantakan hanya karena perbedaan karakter. Prinsip saling mempertahankan sikap yang tidak tunduk kepada ajaran agama mengakibatkan terjadinya perceraian. Oleh karena itu Allah dan Rasul-Nya telah memberi tuntunan kepada laki-laki atau wanita sebagai muslim yang baik dalam membina berkeluarga.
1. Taat Beragama dan Baik Akhlaknya
Agama merupakan keyakinan mendasar dari semua kepentingan hidup. Tidak ada yang melandasi seseorang untuk menciptakan kepribadian hakiki kecuali dengan mengamalkan agama dengan sempurna. Agama adalah satu-satunya pembeda antara yang haq dan bathil. Kebahagiaan hidup tanpa agama adalah kebahagiaan semu yang tidak mendapat jaminan dari Allah SWT. Mengamalkan agama berarti menjunjung tinggi Al-Qur’an, mempermainkan agama berarti mengolok-olokan Al-Qur’an. "Allah akan (membalas) olok-olokan mereka dan membiarkan mereka terombang-ambing dalam kesesatan mereka." (QS. Al-Baraqah : 15).
2. Penyabar
Untuk menciptakan keluarga yang damai dan tentram di setiap rumah tangga. Dituntut suatu kesabaran dari masing-masing pihak baik suami atau istri. Sabar adalah penjelmaan dari lapang dada dalam menerima kepahitan dan kesulitan hidup serta menghindarkan diri dari bersifat keluh kesah. Tidak selamanya hidup itu indah, sekali waktu akan mengalami kekecewaan. Bila suami atau istri tidak ridha dalam menerima karunia atau musibah, bisa menyebabkan kehancuran. "Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan Inna Lillaahi wa inna ilaihi raaji’uun." (QS. Al-Baraqah : 156).
3. Amanah
Amanah adalah penjelmaan dari tanggung jawab dalam memenuhi kepercayaan baik istri atau suami. Bila kepercayaan tidak lagi menjadi landasan bagi masing-masing diri, maka akan melahirkan buruk sangka yang dapat mengundang malapetaka. "Sebaik-baik istri yaitu yang menyenangkanmu ketika kamu melihatnya, taat kepadamu ketika kamu suruh, serta manjaga diri dan hartamu ketika kamu pergi." (HR. Thabrani).
4. Menjauhi Maksiat
Membersihkan diri dari perbuatan maksiat merupakan perintah agama yang paling utama. Sebesar dan sekecil apapun perbuatan maksiat merupakan suatu pelanggaran yang mengundang kemurkaan Allah SWT. Suami sebagai kepala rumah tangga wajib menyelamatkan keluarganya dari siksa api neraka. Makanan yang dikonsumsi keluarga hendaklah diperoleh dengan cara yang baik. "Hai orang-orang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari siksa neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu." (QS. At-Tahrim : 6).
Membina rumah tangga sakinah penuh berkah adalah dambaan setiap muslim. Namun karena banyak yang mengabaikan konsep keteladanan ajaran, banyak yang akhirnya pupus di tengah jalan. Rumah tangga yang tentram dan damai diharapkan dapat melahirkan generasi yang berkualitas sesuai dengan nilai-nlai ketaqwaan. Itulah yang dapat menciptakan kehidupan bernilai disisi Allah SWT.