Broken Heart
Penulis : Sri Mulyani
KotaSantri.com : Pernah ga seh ngrasain yang namanya Broken Heart atw heart breaking atw patah hati? Hii, hati gitu loh patah, gimana nyambungnya coba? Hehe.. Hmm, yang pasti seh ga enak banget deh (self experience neh. Hik.. Hik..). Tapi sepertinya seh banyak orang yang pernah mengalami hal ini, termasuk penulis getu??? Hahaha.. (Ga juga seh).
***
What is Broken Heart?
Apa seh patah hati itu? Apa bener hati itu bisa patah-patah (eh yang ada mah goyang patah-patah atuh. Hik..)? Atau bahkan hancur berkeping-keping? Kata Dewa seh ‘hancur hatiku mengenang dikau jadi keping-keping setelah kau pergi‘ Hehehe…
Pokoknya ya gitu deh, itu kan ungkapan klise aja yang menyatakan klo hati tuh kecewa berat, resah abis, gelisah tak menentu, yang membuat hidup serasa meaningless, hopeless, pokoknya yang less less gitu loh. Duh kan sayang hari gene harus ngrasain begini, tapi ya namanya perasaan kan who knows, datang tiba-tiba dan akhirnya… ‘Unbreak my heart say you love me again,‘ kata whitney Houstan. Dan kata Novia, ‘haruskah ku mengemis cinta untuk menghilangkan duka,‘ Hahaha.. Gitu amat yah.
***
Causes and Effects
Apa seh yang membuat orang being broken heart? Banyak orang mungkin mengira klo patah hati tuh hanya karena C I N T A. Hmm… Padahal ga juga loh, bisa juga karena obsesi yang ga kesampaian, atau cita-cita yang kandas di tengah jalan, dsb. Tapi mang seh yang lebih dominan broken Heart ini lebih mengarah pada keinginan atau obsesi yang berhubungan dengan LOVE (Upssst what love is all about???), karena kata orang seh yang namanya Love itu sangat dahsyat (katanya loh, hahaha).
Nah… Gimana klo ternyata love-nya ga kesampaian? Bisa jadi ketika dah ta’aruf ga disetujui ortu, atau bahkan ketika rasa suka itu datang tiba-tiba pada sseorang, sedang seseorang itu dah ada yang punya. Duh, kecewa ga seh (biasa aja lage, hehehe)?
Itulah klo urusan hati, sedikit saja kecewa bisa jadi resah, gelisah, dan tanpa arah. Akhirnya hati pun menjadi patah dan ah.. ah.. ah.. Hingga membuat kita jadi malas untuk melakukan sesuatu, maunya cuma bengong and merenung (bagi yang belom ngalamin jangan ngremehin loh, ntar kena baru tau rasa!!!).
Tapi ini sangat manusiawi, aku yakin semua orang pernah mengalami kecewa dan sakit hati. Cuma kadar dan cara mengkondisikannya aja yang berbeda hingga ada yang sampai patah hati dan ada yang merasa tak perlu patah hati.
***
Solution
1. Life Must Go On, No Matter What
Satu hal yang harus sangat kita sadari adalah apapun yang terjadi, hidup harus terus berjalan, dengan atau tanpa patah hati. Artinya, kondisi seperti apapun yang kita alami, yah harus kita hadapi, karena kita ga mungkin lari dari kenyataan. Semua untuk dihadapi, bukan tuk dihindari. Dan ingat!!! Selama kita hidup, harus siap dengan segala macam realita yang ada, karena kadang kita ga bisa memilih ketika kondisi yang menyakitkan itu datang, yang mungkin sebagai ujian atau cobaan iman. Maka harus kita camkan dalam hati, hanya kematian yang membuat hidup ini berhenti, karena itu kita hanya punya dua pilihan, membawanya lebih baik atau membuatnya lebih buruk. Akan kita apakan hidup ini??
2. Keep Moving and Keep Struggling
Mang suatu hal yang sangat berat, ketika kita ngalamin yang namanya broken heart, hidup serasa hampa, tanpa semangat, dsb. Tapi kondisi ini jangan sampai membuat kita statis, karena statis means death, berhenti itu artinya mati. Klo kita tinggal diam dengan masalah yang kita hadapi, itu sama saja bunuh diri. So, jangan berhenti tuk cari solusi, dan yang paling utama pastinya dengan do’a. Mohon petunjuk padaNya. Tapi secara real kita harus berusaha sebisa mungkin tuk keluar dari masalah itu. Misalnya dengan mengkonsultasikan masalah itu dengan orang yang lebih berkompeten dan juga jangan berhenti dari aktivitasmu. Justru kesibukanmu akan sangat membantu mengobati sakit hatimu. Jangan sia-siakankan waktu luang, gunakan untuk kegiatan yang bermanfaat.
3. Jemput HidayahNya
Sebenernya orang yang taraf ketaqwaannya sudah tetap mungkin ga akan ngelamain hal-hal seperti ini, karena orang yang sudah punya prinsip ketaqwaan yang kuat akan segera mengkonter hal-hal yang meresahkan hatinya dengan mengembalikan pada prinsipnya, yaitu menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Ini kan golongan orang-orang yang istimewa, yang takkan di resahkan hatinya karena hal-hal yang bersifat duniawi. Dan orang-orang seperti ini sudah mendapat hidayah dari Allah, sehingga dengan mudah bisa mengatasi hatinya (mudah-mudahan aku juga bisa ke tingkat itu suatu saat, aamiin). Tapi buat kita, upsst, maksudnya orang-orang sepertiku yang masih rendah taraf ketaqwaannya, harus berusaha keras untuk mengkonter hal ini dengan terus mendatangi majelis-majelis ilmu dan terus menerus berdo’a memohon hidayahNya. Karena sesungguhnya Dialah yang menggenggam hati kita, maka hanya padaNya kita serahkan, tentunya dengan ikhtiar juga.
4. Jangan Berputus Asa Mengharap PertolonganNya
Mungkin pernah ngerasa, duh dah kering neh airmata tiap kali berdo’a, tapi kenapa yah tak kunjung juga menemukan solusi? Upsst, sabar dong, menurut Ustadz neh. Ehm, hati yang resah dan bermasalah itu adalah hati yang sakit, karena itu perlu di sembuhkan. Nah… Seperti halnya penyakit biasa, penyakit hati pun ada tingkatannya. Tentu saja cara penyembuhannya pun membutuhkan waktu yang berbeda-beda. Semakin parah sakit yang di alami hati, maka akan membutuhkan waktu atau terapi yang semakin lama. Everything needs process. Jadi, jangan berharap sekali dua kali berdo’a, semua akan beres. Layaknya penyakit fisik, hati pun butuh terapi. So, jangan berputus asa untuk tetap berdo’a dan berusaha untuk keluar dari keterpurukanmu. Percayalah dunia takkan berhenti dengan sakit hatimu, dan keputusasaanmu hanya akan membuatmu lebih menderita. Jadi, YOU MUST SURVIVE. Allah menilai usaha kita bukan hasilnya.
Ok, bagi yang lagi broken (tapi bukan broken flat loh..), selamat mencoba… Sebenernya ini seh baru teori yang ditemukan penulis, hehehe. Mudah-mudahan sukses yah! Ya, namanya Thinker kan hanya menemukan ide (hik.. hik.. sok buanget neh), berhasil ngganya seh tergantung yang mengaplikasikannya. Upst, ini kata dosen Filsafat loh. Hehehe… Just Kidding.
Lead your life to be better by means of enjoying whatever comes into your days.



